Selasa, 24 Februari 2015

Kepemimpinan

Kepemimpinan

Ada dua jenis pemimpin yaitu pemimpin transaksional dan pemimpin transformasional.

Pemimpin adalah hasil pembelajaran (didikan), bukan bawaan lahir. Pemimpin harus mempunyai visi dan memiliki misi dengan memberikan inspirasi kepada orang untuk mencapainya. Memberikan yang terbaik, mengidentifikasi mutu, memfokuskan semua energi pada karyawan dan mengelola pencapaian terbaik di areanya. Memberikan apresiasi kepada karyawan, membuat karyawannya merasa memiliki dan berarti dengan memberikan pujian, membangun rasa memiliki dengan membuat karyawan menjadi bangga. Pemimpin akan membuat pelanggan luar dan dalam organisasi sebagai pusat perhatian.
Jika kita sebagai pemimpin departemen kita harus menetapkan sasaran dan pencapaiannya. Motto pemimpin saat ini adalah : Lakukan, Perbaiki, dan Coba Lagi. Tujuh langkah untuk mencapai sasaran :
1.       Identifikasi sasaran utama.
2.       Tuliskan, buat menjadi spesifik, detil dan dapat terukur.
3.       Tentukan Waktu Pencapaiannya, jika sasarannya besar, pecah menjadi bagian lebih kecil.
4.       Buat daftar  apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai setiap sasaran.
5.    Buat rencana tindakan, tentukan mana yang paling prioritas dan urutan, pakai aturan 80/20.
6.       Laksanakan segera tindakan.
7.       Lakukan sesuatu setiap hari sejak bangun tidur untuk mencapai sasaran.


Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan cara menciptakannya. Pemimpin harus mempunyai keberanian. Keberanian adalah sesuatu yang bisa dipelajari, dengan mempraktekkan kebiasaan untuk berani menghadapi orang atau hal-hal yang ditakutkan. Pemimpin tidak menunggu orang lain untuk melakukan sesuatu, masa depan adalah milik yang berani mengambil resiko. Tentunya resiko yang sudah dipertimbangkan dengan mengarah pada kemajuan. Pemimpin harus memiliki strategi yang bagus yang bisa melihat jauh ke depan. Jika strategi ini dilakukan, apa yang akan terjadi, maka bagaimana tanggapan dari competitor, teman, dan musuh?. Pemimpin mengantisipasi krisis tidak menunggu sampai terjadi dan mereka dapat memprediksi apa yang akan terjadi berdasarkan kejadian saat ini. Pemimpin harus memastikan kondisi sekarang, hambatan, dan tambahan pengetahuan atau sumber daya apa yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran strategis. Satukan semua SDM kita untuk melihat kekuatan masing-masing dan memfokuskan mereka sehingga dapat membuat sesuatu yang berguna buat perusahaan.
Rata-rata orang bekerja di bawah 50% dari kapasitasnya, pemimpin harus mampu memberi inspirasi dan motivasi sehingga kontribusinya meningkat 30, 40, atau bahkan 50% tambahan kapasitas. Ada 6 faktor motivasi :
1.       Memberikan tantangan dan pekerjaan yang menarik.
2.       Komunikasi lebih terbuka.
3.       Berikan tanggung jawab accountability.
4.       Pengembangan diri dan promosi.
5.       Uang.
6.       Kondisi Kerja, tetapi point 5 dan 6 bukan yang terpenting.
Salah satu cara penting untuk menginspirasi dan memotivasi orang adalah delegasi. Point penting dalam delegasi :
1.       Memilih orang yang tepat
2.       Menyesuaikan kebutuhan kerja dengan kemampuan orang.
3.       Mendelegasikan secara efektif kepada orang yang tepat.
4.       Tugas yang lebih kecil didelegasikan kepada orang yang lebih baru.
5.       Delegasikan seluruh pekerjaan.
6.       Mendelegasikan dengan sasaran yang jelas dan terukur.
7.       Mendelegasikan dengan mengajak berpartisipasi dan diskusi.
Hal yang penting dalam mendelegasikan adalah meminta orang tersebut mencatat dan menjelaskan kepada kita kembali.
Tugas utama dari peminpin adalah menang dan pemimpin harus sukses setiap waktu. berkomitmen pada pencapaian kemenangan. Prinsip dalam mencapai kemenangan : Terbuka, jangan bertahan dengan hanya menunggu dan melihat ; Peran jumlah, manfaatkan jumlah orang, energi, dan berbagai sumberdaya dan fakta, dan perintah harus berasal dari satu komando.
Komunikasi adalah suatu keahlian yang dapat dipelajari. Sasaran komunikasi yang baik adalah supaya orang menghormati kita, mengenal nilai-nilai dan pentingnya, membuat orang menerima pandangan kita, dapat bekerjasama dengan kita, dan dapat membuat orang terpengaruh. Pemimpin harus bisa menyakinkan bawahannya apa yang diharapkan dari mereka. Cara yang terbaik dalam berkomunikasi adalah langsung bertatap muka. Semakin tinggi jenjang kita semakin banyak waktu yang dialokasikan untuk berkomunikasi dengan orang.
Pemimpin tidak pernah menggunakan kata gagal, bahkan tidak pernah memikirkan. Semakin sering kita gagal dan belajar semakin cepat kita akan berhasil. Jika ada masalah, pemimpin akan mencari solusi bukan menyalahkan orang. Saat menghadapi krisis yang seberapa besarpun, pemimpin harus : tenang, yakin dengan kemampuannya, berani untuk maju, cari fakta, kendalikan, jangan banyak kehilangan kerugian, mengatasi krisis, terus menerus berkomunikasi, identifikasi batasan, mengeluarkan kreatifitas, counterattack, jadikan sederhana, jangan kompromi dengan integritas, selalu ada sampai berhasil.
Pemimpin yang semakin atas memiliki kemampuan untuk menempatkan orang-orang terbaiknya dalam jalur cepat bersama-sama menjadi tim juara.
Tujuh cara membangun tim juara :
1.       Pembinaan jelas dan kepemimpinan.
2.       Rutin mengembangkan orang dan fokus pada pelatihan.
3.       Menitikberatkan pada perencanaan.
4.       Selektif memberikan tugas.
5.       Kemampuan untuk merotasi orang yang tidak kompeten.
6.       Komunikasi yang lebih baik.
7.       Komitmen untuk menjadi yang terbaik, benar-benar memotivasi orang menjadi yang terbaik membangunkan orang dari tempat tidur di pagi hari dengan bersemangat dan berdedikasi.
Pemimpin lebih berorientasi pada hasil dari pada aktifitas. Pemimpin harus fokus pada aktifitas yang bernilai tinggi dan mendapatkan hasil terbaik dari KRA (Key Result Area). Jika mereka melaksanakannya dengan berhasil maka akan memberikan dampak yang nyata kepada perusahaan. Pemimpin mengetahui mereka dibayar untuk apa.  Pemimpin hanya memprioritaskan pekerjaan yang sangat penting dan aktifitas yang paling bernilai. dengan menetapkan perioritas, fokus pada setiap orang untuk tetap pada efektifitasnya. Metode ABCDE adalah metode yang paling efektif untuk memprioritaskan pekerjaan, pekerjaan A paling penting, B penting, C kurang penting, D delegasikan, E hilangkan.Selain fokus ke pekerjaannya, pemimpin selalu memberitahukan KRA-nya kepada orang lain dan memotivasi supaya orang lain membuat prioritas kepada pekerjaan yang memberikan hasil paling tinggi.
Pemimpin memiliki keinginan kuat untuk memimpin, cenderung bersifat sangat pribadi, cenderung otomatis dengan kebutuhan tinggi untuk mengendalikan, suka membuat keputusannya dan mereka memiliki pengikut perintah yang baik dan bertanggung jawab. Tujuh kunci tanggung jawab pemimpin :
1.       Membuat sasaran dan pencapaiannya.
2.       Menciptakan dan tularkan.
3.       Selesaikan masalah dan buat keputusan, setiap sasaran yang tidak tercapai adalah masalah yang tidak terselesaikan.
4.       Buat prioritas dan fokus pada tugas-tugas penting, tidak ada pemimpin yang memiliki sumber daya yang tidak terbatas. Waktu adalah sumber daya yang paling langka, pemimpin yang tidak mengalokasikan waktunya akan gagal.
5.       Menjadi contoh buat yang lain, orang memperhatikan pemimpinnya dan meniru sifat dan sikap atasannya.
6.       Membujuk dan menginspirasi orang lain untuk percaya agar mengikuti visi, misi, dan sasaran pemimpinnya.
7.       Mendapatkan hasilnya, tidak ada alasan untuk tidak mencapai hasil.
Pemimpin tahu keberhasilan akan didapatkan dari kerjasama dengan orang-orangnya, tapi akhirnya mereka menginginkan dalam satu komando. Jika sesuatu berjalan salah, pemimpin siap untuk bertanggung jawab. Hilangkan kata-kata “bagaimana kalau”  dan “seandainya”. Fokus kepada apa yang kita inginkan dan kemana kita menuju. Dengan menerima tanggung jawab menjadikan pemimpin secara pribadi lebih berkuasa, percaya diri, dan enerjik sehingga mereka merasakan lebih mampu dan kompeten. Pemimpin itu memiliki pengendalian atas pribadi dan kehidupannya. Pemimpin di perusahaan besar memiliki sikap mempekerjakan diri sendiri dan sikap kewiraswastaan. Jika kita memiliki keinginan untuk memimpin, maka kita tidak akan membiarkan keadaan luar memperlambatnya. Mereka tidak akan menunggu waktu yang tepat, waktu yang tepat adalah sekarang.
Pemimpin memiliki harga diri yang tinggi dan citra diri yang positif. Harga diri adalah bagimana kita menyukai diri sendiri. Salah satu bagian yang terpenting adalah keberhasilan diri. Keberhasilan diri adalah perasaan kompeten, senang terhadap apa yang kita lakukan, dan merasa mampu mencapai hasil yang kita butuhkan. Harga diri itu penting adalah cara bagaimana kita merasakan diri kita, percaya diri, ide yang kita miliki, akan memandu cara kita bekerja di luar diri kita. Sebagai seorang pemimpin dibutuhkan ketenangan, kejelasan, selalu hadir, dan mampu melihat dunia sebagaimana mestinya. Pemimpin mengenal dirinya, mereka akan menggunakan waktu yang baik untuk introspeksi, memiliki ego yang rendah, tetapi memiliki kebanggaan yang tinggi. Pemimpin akan mengerjakan pekerjaan dengan kinerja terbaiknya, mereka akan fokus kepada kekuatan khususnya. Pemimpin itu jujur, mereka mengevaluasi pribadinya dengan jujur. Pemimpin dengan harga diri yang tinggi adalah bukan orang yang selalu mempertahankan diri. Mereka yakin untuk belajar dari kesalahannya dan sepakat untuk mundur. Pemimpin mengenal area kekuatannya, tetapi mereka juga mengetahui kelemahannya dan mengatur untuk mengatasinya. Pemimpin yang efektif memperlakukan semua orang baik yang lemah maupun yang kuat dengan cara yang sama. Pemimpin menginginkan itu 10% teratas. Ada 2 langkah yang diperlukan untuk berada di jalur terdepan :
1.     Masuk ke dalam jalur, buat keputusan untuk meningkatkan kemampuan diri setiap hari     kearah pencapaian sasaran.
2.    Bertahan di jalurnya, tidak menyerah tidak mengambil jalan pintas dalam meningkatkan kemampuan diri, dan kemudian menonton TV dan menjadi korban.
Beberapa aturan agar kita biasa hidup seperti pemimpin :
1.       Cukup waktu untuk tidur
2.       Isi ulang energi, ambil waktu sehari penuh untuk istirahat tanpa melibatkan bisnis.
3.    Istirahat penuh, cara terbaik untuk mengisi energy adalah 46 jam dari Jumat sore sampai Senin pagi
4.    Jaga diet, otak perlu makanan yang baik, kurangi gula, garam, dan karbohidrat ; hindari roti, minuman ringan, banyak makan buah dan sayur.
5.       Lakukan banyak gerakan,  jika melakukan gerakan yang menyenangkan otak akan banyak melepaskan endhorpin à pembuat senang.
6.       Memulai hari dengan benar, memulai hari dengan melakukan senam 30 sampai 60 menit.

Jaga keseimbangan antara kehidupan dan kerja, terlalu gila kerja juga tidak baik, jika sudah di rumah luangkan waktu untuk keluarga.

Tujuh langkah untuk jadi pemimpin :
1.       Mempunyai keinginan
2.       Mempunyai ketegasan
3.       Kebulatan tekad
4.       Disiplin
5.       Ikuti aturan main
6.       Belajar
7.       Berlatih.

Kamis, 23 Oktober 2014

Jilbab

Jilbāb (Arab: جلباب ) adalah busana muslim terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan syariat Islam untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab. Sementara kerudung sendiri di dalam Al-Qur'an disebut dengan istilah khumur, sebagaimana terdapat pada surat An Nuur ayat 31:
Hendaklah mereka menutupkan khumur (kerudung-nya) ke dadanya. (An Nuur :31)

Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albany kriteria jilbab yang benar harus menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak , jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas.

Pendapat yang sama sebagaimana dituturkan Ikrimah, jilbab itu menutup bagian leher dan mengulur ke bawah menutupi tubuhnya, sementara bagian di atasnya ditutup dengan khimâr (kerudung) yang juga diwajibkan.


Kerudung atau jilbab berhasil menjadi fashion muslimah yang paling bergengsi di beberapa tahun terakhir ini. Jilbab muncul dengan berbagai model yang bisa dikreasikan dengan mudah sesuai dengan usia pemakainya. Kerudung bisa digunakan lebih simpel dan cantik dengan ditambahkan aksesoris berupa bross. 

Contoh Pemakaian Kerudung

Dengan kreasi yang simpel dan cantik membuat wanita muslim semakin tertarik untuk menggunakan kerudung di era modern ini. Kerudung digunakan umat muslim sebagai penutup aurat yang bisa disesuaikan dengan model dan kreasi sendiri-sendiri untuk tetap cantik. Sebelum menggunakan kerudung yang simpel dan cantik ketahuilah akan cara penggunaannya. Sebelum menggunakan harus disiapkan akan kerudung, bross jarum pentul dan ciput.

Senin, 12 Mei 2014

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA (angin) BAYU (PLTB)




1.     PENGERTIAN ANGIN

Angin timbul akibat sirkulasi di atmosfer yang dipengaruhi oleh aktivitas matahari dalam menyinari bumi yang berotasi. Dengan demikian, daerah khatulistiwa akan menerima energi radiasi matahari lebih banyak daripada di daerah kutub, atau dengan kata lain, udara di daerah khatulistiwa akan lebih tinggi dibandingkan dengan udara di daerah kutub. Perbedaan berat jenis dan tekanan udara inilah yang akan menimbulkan adanya pergerakan udara. Pergerakan udara inilah yang didefinisikan sebagai angin. Gambar di samping merupakan pola sirkulasi pergerakan udara akibar aktivitas matahari dalam menyinari bumi yang berotasi.
Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah.
 Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi.
2. FAKTOR TERJADINYA ANGIN
Faktor terjadinya angin, yaitu:
1. Gradien Barometris 
Bilangan yang menunjukkan perbedaan tekananudara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin. 
2. Letak tempat
Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa. 
3. Tinggi tempat
Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup, hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekan ini semakin kecil. 
4. Waktu
Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari.
3. ENERGI ANGIN
Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam, Pembangkit Listrik Tenaga Angin sering juga disebut Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) adalah salah satu pembangkit listrik energi terbarukan yang ramah lingkungan yang mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin atau kincir angin. 
Cara kerjanya yang sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan dalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan.

Syarat – syarat dan kondisi angin yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1. Kecepatan Angin yang dapat dimanfaatkan untuk Pembangkit
 
Tabel 2. Kondisi kecepatan angin
4. KINCIR ANGIN
Dua jenis kincir angin yaitu yang berputar dengan sumbu horizontal, dan kincir angin yang berputar dengan sumbu vertikal.
 
Gambar 1. Jenis dan tipe baling-baling
5. KARAKTERISTIK KINCIR ANGIN 
 
Gambar 2. Karakteristik kincir angin
Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa kincir angin jenis multi-blade dan Savonius cocok digunakan untuk aplikasi PLTB kecepatan rendah. Sedangkan kincir angin tipe Propeller, paling umum digunakan karena dapat bekerja dengan lingkup kecepatan angin yang luas.
6. TOWER
Tower PLTB dapat dibedakan menjadi 3 jenis. Setiap jenis tower memiliki karakteristik masing-masing dalam hal biaya, perawatan, efisiensinya, ataupun dari segi kesusahan dalam pembuatannya.
 
Gambar 3. Jenis Tower (1) Guyed, (2) Lattice, (3) Mono-strukture
7. SISTEM MEKANIK PLTB
1. Gearbox
Alat ini berfungsi untuk mengubah putaran rendah pada kincir menjadi putaran tinggi. Biasanya Gearbox yang digunakan menggunakan rasio 1:60.
2.  Brake System
Alat ini bekerja saat angin berhembus terlalu kencang yang dapat menimbulkan putaran berlebih pada generator. Dampak dari kerusakan akibat putaran berlebih diantaranya overheat, rotor breakdown, terjadi arus lebih pada generator. 
3.  Generator
Ada berbagai jenis generator yang dapat digunakan dalam sistem turbin angin, antara lain generator serempak (synchronous generator), generator tak-serempak (unsynchronous generator), rotor sangkar maupun rotor belitan ataupun generator magnet permanen. Penggunaan generator serempak memudahkan kita untuk mengatur tegangan dan frekuensi keluaran generator dengan cara mengatur-atur arus medan dari generator. Sayangnya penggunaan generator serempak jarang diaplikasikan karena biayanya yang mahal, membutuhkan arus penguat dan membutuhkan sistem kontrol yang rumit. Generator tak-serempak sering digunakan untuk sistem turbin angin dan sistem mikrohidro, baik untuk sistem fixed-speed maupun sistem variable speed.
4. Penyimpan Energi
Pada sistem stand alone, dibutuhkan baterei untuk menyimpan energi listrik berlebih yang dihasilkan turbin angin.  Contoh sederhana yang dapat dijadikan referensi sebagai alat penyimpan energi listrik adalah aki. Aki 12 volt 75 Ah dapat dipakai untuk mencatu rumah tangga selama 1  jam dengan daya 450 watt.
 
Gambar 4. Sistem mekanik PLTB
8. KAPASITAS PEMANFAATAN  PLTB
Berdasarkan data dari GWEC (Global Wind Energy Council), jumlah PLTB yang ada di dunia saat ini adalah sebesar 157.900 MWatt (sampai dengan akhir tahun 2009), dan pembangkit jenis ini setiap tahunnya mengalami peningkatan dalam pembangunannya sebesar 20-30%. Teknologi PLTB saat ini dapat mengubah energi gerak angin menjadi energi listrik dengan efisiensi rata-rata sebesar 40%. Efisiensi 40% ini disebabkan karena akan selalu ada energi kinetik yang tersisa pada angin karena angin yang keluar dari turbin tidak mungkin mempunyai kecepatan sama dengan nol. laju pertumbuhan dan daya elektrik total PLTB di dunia yang ada sampai saat ini.
Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (World Wind Energy Association), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93.85 GigaWatts, menghasilkan lebih dari 1% dari total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan China merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Diharapkan pada tahun 2010 total kapasitas pembangkit listrik  tenaga angin secara global mencapai 170 gigawatt.
 
Tabel 3. Sebaran kapasitas PLTB di seluruh dunia tahun 2004 dan 2005
9. KELEBIHAN TENAGA ANGIN
1.  Ramah lingkungan 
Keuntungan terpenting dari tenaga angin adalah berkurangnya emisi karbon dioksida penyebab perubahan ikilm. Tenaga ini juga bebas dari polusi yang sering diasosiasikan dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan nuklir. 
2. Penyeimbang energi yang sangat baik 
Emisi karbon dioksida berhubungan dengan proses produksi. Pemasangan dan penggunaan turbin angin selama rata-rata 20 tahun siklus hidup 'membayar kembali' terjadinya emisi setelah 3-6 bulan pertama-yang berarti lebih dari 19 tahun produksi energi tanpa ongkos lingkungan.
3. Cepat menyebar
Pembangunan ladang angin (wind farm) dapat diselesaikan dalam waktu seminggu. Menara turbin, badan dan bilahan besi dipasang di atas permukaan beton bertulang dengan menggunakan alat pemindah besar.
4. Sumber energi terbarukan dan dapat diandalkan
Angin yang menjalankan turbin selalu gratis dan tidak terkena dampak harga bahan bakar fosil yang fluktuatif. Tenaga ini juga tidak butuh untuk ditambang, digali atau dipindahkan ke pembangkit listrik. Seiring meningkatnya harga bahan bakar fosil, nilai tenaga angin juga meningkat dan biaya keseluruhan pembangkit akan menurun.
5. Low cost  dan  perawatan 
Dalam proyek besar yang menggunakan turbin ukuran medium yang sudah disetujui, tenaga angin mampu beroperasi hingga 98% secara konstan. Artinya hanya dua persen waktu turun mesin untuk perbaikan- catatan yang jauh lebih baik dari yang bisa diharapkan dari pembangkit listrik konvensional.
10. POTENSI TENAGA ANGIN DI INDONESIA
Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia saat ini untuk daerah-daerah terpecil seperti di kepulauan-kepulauan, diperlukan hybrid system antara potensi renewable energy yang ada dilokasi (seperti PLTB-PV-baterai, PV-PLTMH-Fuel Cell, dll). Akan tetapi perlu menjadi catatan, semua teknologi untuk penggunaan energi-energi tersebut masih cukup mahal bila dilihat dari kelayakan ekonominya terutama FC dan PV.
Tahun 2007, tujuh unit dengan kapasitas sama menyusul dibangun di empat lokasi, masing-masing di Pulau Selayar tiga unit, Sulawesi Utara dua unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka Belitung, masing-masing satu unit. Mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) ditargetkan mencapai 250 megawatt (MW) pada tahun 2025.
Berikut ini adalah peta potensi energi angin di Indonesia yang dapat digunakan sebagai referensi dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia. Perbedaan kecepatan udara terlihat dari perbedaan warnanya. Biru menyatakan kecepatan udara rendah, sedangkan hijau, kuning, merah dan sekitarnya menyatakan semakin besarnya kecepatan angin.
 
Gambar 5. Potensi kecepatan angin di berbagai wilayah Indonesia
11. PERMASALAHAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU (PLTB) DI INDONESIA
1) Karakteristik kecepatan angin di Indonesia yang cenderung fluktuatif : hal ini menyebabkan sistem turbin angin yang didesain harus mampu menghasilkan listrik pada kecepatan angin berapapun.
2) Mahal : Penggunaan teknologi turbin angin direct-drive permanet magnet generator (agar dapat menghasilkan listrik secara optimal pada rentang kecepatan angin yang luas) membuat sistem turbin angin dengan skala besar menjadi mahal.
3) Jaringan Indonesia belum ter-interkoneksi : Penggunaan teknologi fixed-speed induction generator dapat menekan biaya instalasi PLTB, namun agar dapat menghasilkan daya aktif sistem ini harus terkoneksi grid. Kesimpulannya desain ini baru akan berhasil menghasilkan listrik secara ekonomis dan efisien apabila dikoneksikan dengan jaringan grid yang besar seperti sistem Jawa – Madura – Bali.
4) Lokasi pusat beban yang jauh dengan sumber energi : Biasanya pada PLTB yang sudah ada masih terhubung langsung dengan pusat beban, sedangkan umumnya jarak antara lokasi PLTB dan pusat beban cukup jauh, karena belum tentu lokasi pada pusat beban memiliki potensi angin yang cukup memadai.
5) Tegangan keluaran PLTB yang rendah : Dibutuhkan saluran distribusi tegangan tinggi untuk membagikan daya listrik yang biasanya dapat dicapai dengan menggunakan trafo. Sayangnya penggunaan trafo membuat sistem pembangkit menjadi lebih besar, lebih mahal dan menghasilkan rugi-rugi tambahan yang cukup signifikan.
12. TANTANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU (PLTB) DI INDONESIA
1) Mendesain sistem turbin angin yang dapat beroperasi secara stand-alone.
2) Mendesain suatu sistem turbin angin yang dapat meminimalisir biaya dengan tingkat efisiensi yang baik.
3) Mendesain sistem turbin angin dengan ketersediaan daya yang cukup tinggi.
4) Merancang rangkaian elektronika daya yang dapat meminimalisir penggunaan trafo dan mengoptimalkan produksi daya PLTB.

Jumat, 28 Desember 2012

Demi Waktu



Di alam ini ada 3 dimensi pembentuknya, yaitu massa (berat), ruang, dan waktu. Dari 3 dimensi tersebut hanya 2 yang apabila hilang dapat kita buat atau cari kembali, tetapi waktu apabila telah hilang maka dia tidak bisa diganti. Untuk mengingat hal tersebut perlu kita jadikan catatan kalimat berikut ini.
”Waktu itu tidak berkembang biak, tidak memanjang, tidak berhenti, tidak kembali ke belakang, dan terus berjalan ke depan".
Kemudian dalam Al Quran juga Allah telah menyinggung tentang manfaat waktu, dan kerugian yang akan kita dapatkan bila menyia-yiakan waktu.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3(

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran". (QS. Al 'Ashr [103]: 1-3)
Jadi Apabila orang sanagt memperhatikan waktu akan memeiliki produktivitas dan keunggulan yang lebih baik untuk menghadapi persaingan.

 Produktivitas sangat berhubungan erat dengan waktu, semakin banyak orang menghasilkan sesuatu maka ia akan makin produktif, dan untuk menghasilkan seuatu yang baik dan terhindar dari kesalahan tentu orang yang telah membuat perencanaan dengan baik dan matang.

Jadi semakin baik orang mengelola waktu produktivitasnya juga makin baik.
Beberapa manajemen waktu agar produktivitas kita makin baik :
  1. Tetapkan tujuan dan cita-cita hidup
  2. Lakukan perencanaan
  3. Tetapkan skala prioritas
  4. Batasi rencana Anda
  5. Luangkan waktu.

Kamis, 27 Desember 2012

Pemecahan Masalah (Problem Solving)




Masalah adalah perbedaan antara situasi saat ini dengan target yang kita inginkan atau kita rencanakan.  Semua orang harus menjadi pemecah masalah (Problem Solvers). Pemecahan masalah sebaiknya menggunakan pendekatan secara tim.  

Timbulnya suatu masalah bersumber dari 7M yang bisa berasal dari satu M  atau beberapa M, yaitu :
  1. Manusia : karena kurangnya pengetahuan atau pengalaman, mental, ketidakpedulian, stres, keadaan fisik, dan lain-lain.
  2. Mesin : alat, karena tidak adanya perawatan, tidak dikalibrasi, spesifikasi mesin tidak sesuai dengan tugas, dan lain-lain.
  3. Metode : cara kerja, karena tidak tertulis, tidak jelas, tidak terstandardisasi, tidak benar, dan lain-lain.
  4. Material : bahan, karena tidak ada spesifikasi mutu, tidak sesuai spesifikasi, tidak ada penanganan bahan baku, dan lain-lain.
  5. Media : berkaitan dengan tempat dan waktu, karena kurang penerangan, kebisingan yang berlebihan, tidak memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan, dan lain-lain
  6. Motivasi : berhubungan dengan sikap kerja, tidak kreatif, tidak reaktif, tidak mau bekerja sama, hal ini disebabkan karena sistem balas jasa dan penghargaan yang kurang transparan atau terasa tidak adil.
  7. Money : atau keuangan, karena ketiadaan dukungan keuangan yang memadai untuk memperlancar proyek peningkatan mutu yang direncanakan. 
Atau sederhananya seperti gambar tulang ikan berikut :

  
      Langkah-langkah penanganan masalah yang efektif :

1.      Mendefinisikan masalah secara tertulis, minimal 4 hal yang harus kita dapatkan, yaitu :
a.      Apa (What) akibat utama dari masalah itu ?
b.      Kapan (When) masalah terjadi?  Seberapa sering?
c.       Di mana (Where) masalah terjadi? Di dalam sistem, fasilitas, atau komponen?

2.      Buat diagram sebab akibat (SOP TRT dalam bentuk Laporan Pemecahan Masalah, atau LPM), yang bertujuan untuk mendefinisikan akar masalah dan mencari penyebab yang tidak dapat dikendalikan tetapi dapat diperkirakan.

3.      Setiap akar penyebab dimasukkan ke dalam diagram sebab akibat sesuai dengan kategori 7M. Sedangkan penyebab yang tidak dapat dikendalikan dimasukkan dalam diagram dalam kategori tersendiri.

4.      Mendefinisikan tindakan atau solusi yang efektif :
a.      Pencegahan penyebab-penyebab muncul kembali.
b.      Tindakan yang dilakukan harus di bawah pengendalian kita.
c.       Pencapain tujuan dan target yang dicapai.

5.      Melaksanakan solusi atau tindakan yang diusulkan. Dalam menerapkan tindakannya harus jelas dimulai dari :
a.      Apa (What) tindakannya yang akan dilakukan
b.      Kapan (When) tindakan itu mulai dilakukan
c.       Di mana (Where) tindakan itu akan dilakukan
d.      Siapa (Who) yang bertanggung jawab dan yang melakukan tindakan tersebut?
e.      Mengapa (Why) tindakan itu yang harus didahulukan?
f.        Bagaimana (How) cara atau langkah tindakan itu dilakukan ?
g.      Berapa besar (How Much) manfaat  dan berapa biayanya jika tindakan tersebut kita lakukan.

6.      Lakukan standardisasi, antara lain buat dan atau revisi IK, prosedur, juga cara pemantauan atau pengukuran hasilnya.


Jenis-jenis Masalah

1.      Masalah yang diciptakan : yaitu menetapkan target kinerja yang meningkat terus-menerus, disebut juga masalah potensial dan baru akan menjadi masalah di masa yang akan datang.
2.      Masalah yang dirasakan : yaitu masalah yang berkaitan dengan upaya peningkatan.
3.      Masalah yang telah terjadi :  yaitu berkaitan dengan target / sasaran yang telah dibuat tetapi tidak tercapai (menyimpang dari standar).

 
Untuk menjadi pemecah masalah (Problem Solver) yang sukses :

1.      Jangan takut masalah, jika masalah sudah teratasi ciptakan target lainnya yang lebih menantang.
2.      Gunakan data hasil pengukuran, lakukan pengamatan, pahami fakta yang ada.
3.      Pelajari sistem manajemen.
4.      Tingkatkan kemampuan teknik.
5.      Jalankan langkah-langkah tindakan dengan sistematis.
6.      Buat keputusan setelah akar masalah sesungguhnya telah teridentifikasi.
7.      Jangan menyalahkan, lakukan pendekatan rasional.
8.      Kondisikan diri pada situasi dan waktu yang tepat untuk menyelesaikan masalah.

Terdapat beragam model langkah solusi masalah yang dapat dipakai dalam menyelesaikan masalah :

1.      Model Pemecahan Masalah 7 Langkah
2.      Model USE PDSA
3.      Model DMAIC (untuk perusahaan yang menerapkan program Lean Six Sigma)
4.      Model DMADV (yang berkaitan dengan Design for Six Sigma)