Rabu, 11 Juli 2012

TQM


TQM adalah suatu konsep manajemen mutu yaitu adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus (Continuous Improvement) dengan melibatkan semua karyawan untuk mencapai kualitas yang excellent melalui proses manajemen.
Menunjukkan strategi organisasional secara keseluruhan yang melibatkan semua jenjang dan jajaran manajemen serta karyawan, setiap orang terlibat dalam TQM. Tidak ditujukan kepada pengguna akhir atau pembeli saja, tetapi pelanggan internal, pemasok bahkan personalia yang mendukung. Kualitas bukan hanya produk bebas cacat saja, tetapi TQM lebih menekankan pada pelayanan kualitas. Manajemen dalam TQM adalah pendekatan manajeman, BUKAN pendekatan teknis pengendalian kualitas yang sempit. Pendekatan TQM sangat berorientasi pada manajemen orang. Dalam implementasinya TQM mensyaratkan berbagai perubahan organisasional dan manajerial total dan fundamental, mencakup visi, misi, orientasi dan manajemen vital lainnya.
Dalam TQM memiliki 2 sisi kualitas, yaitu
 Hard Side Quality,
Yaitu semua upaya memperbaiki proses produksi, muali dari  desain produk sampai penggunaan alat-alat pengendalian seperti : Quality Fuction Manajement, Just In Time, Statistical Process Control, dan perubahan organisasional lainnya (antara lain Struktur Organisasi, budaya organisasi) diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk dan pada akhirnya akan memuaskan kebutuhan pelanggan.
Soft Side Quality
Yaitu lebih berfukus pada upaya menciptakan kesadaran karyawan arti pentingnya kepuasan pelanggan dan menumbuhkan komitmen karyawan untuk memperbaiki kualitas. Upaya tersebut  biasanya dilakukan dengan pendidikan dan pelatihan yang mendukung, pendekatan sistem penggajian yang mendukung, struktur kerja.

SMART


Sesuai dengan arti katanya SMART artinya pintar atau jenius. Berarti dalam membuat perencanaan kita harus menggunakan prinsip SMART dalam arti yang sebenarnya dan juga dalam artian sesuai singkatan katanya. Seperti uraian berikut ini :

Specific / Spesifik
Istilah pertama menekankan kebutuhan untuk tujuan tertentu atas dan terhadap yang lebih umum. Ini berarti tujuannya adalah jelas dan tidak ambigu. Untuk membuat tujuan yang spesifik, harus tahu persis apa yang diharapkan, mengapa itu penting, siapa yang terlibat, di mana itu akan terjadi.
Tujuan spesifik biasanya akan menjawab lima "W" pertanyaan:
  • What : Apa yang ingin saya capai?
  •  Why: Alasan khusus, tujuan atau manfaat untuk mencapai tujuan.
  • Who: Siapa yang terlibat?
  • Where: Identifikasi lokasi.
  • Which: Identifikasi kebutuhan dan kendala.

Measurable / Terukur
Istilah kedua menekankan perlunya kriteria nyata untuk mengukur kemajuan dalam mencapai tujuan. Inti di balik ini adalah jika tujuan tidak terukur, tidak mungkin mengetahui apakah telah membuat kemajuan ke arah penyelesaian yang diinginkan. Mengukur kemajuan untuk membantu agar tetap di jalur, mencapai waktu sasaran, dan memacu pada upaya lanjutan yang diperlukan untuk mencapai tujuan akhir.
Tujuan yang terukur biasanya akan menjawab pertanyaan seperti:
  • Berapa banyak?
  • Bagaimana saya tahu kapan itu dilakukan?

Achievable / Dapat Dicapai
Istilah ketiga menekankan pentingnya tujuan yang dapat dicapai, tidak ekstrim. Artinya tujuan tidak jauh dari jangkauan atau di bawah kinerja standar. Ketika kita mengidentifikasi tujuan yang paling penting adalah mencari cara agar dapat membuat  menjadi kenyataan. Kembangkan sikap, kemampuan, keterampilan, dan kemampuan keuangan untuk menjangkaunya.

Sebuah tujuan yang dapat dicapai biasanya akan menjawab pertanyaan:
·         Caranya: Bagaimana tujuan dicapai?

Relevant / Relevan
Istilah keempat menekankan pentingnya memilih yang penting. Sebuah sasaran mungkin Spesifik, Terukur targetnya, dan Timely, tetapi tidak memiliki Relevansi, contoh : seorang ahli gambar ditargetkan membuat roti bakar 50 porsi dalam waktu 3 jam.
Tujuan yang relevan akan mendorong tim, departemen, dan organisasi ke depan. Tujuan yang mendukung atau sejalan dengan tujuan lain akan dianggap sebagai tujuan yang relevan.
Tujuan yang relevan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan kata YA :
  • Apakah ini  bermanfaat?
  • Apakah ini waktu yang tepat?
  • Apakah ini cocok dengan upaya / kebutuhan kami?
  • Apakah Anda orang yang tepat?

Timely / Kerangka Waktu
Istilah kelima menekankan pentingnya kerangka waktu, memberikan target waktu. Komitmen untuk tenggat waktu membantu memfokuskan upaya pada penyelesaian tujuan pada atau sebelum tanggal jatuh tempo. Tujuan kerangka waktu ini dimaksudkan untuk membangun rasa urgensi.
Tujuan terikat waktu biasanya akan menjawab pertanyaan:
  • Kapan?
  • Apa yang bisa saya lakukan 3 ke depan?
  • Apa yang bisa saya lakukan 5 minggu dari sekarang?
  • Apa yang dapat saya lakukan saat ini?

Pengorganisasian dan Pengelolaan SDM


Pengorganisasian dan Pengelolaan SDM adalah pengelolaan manusia yang akan menjadi pelaku utama dalam menjalankan usaha. Faktor lain dalam usaha menjadi tidak ada artinya tanpa adanya manusia. Jadi dalam hal ini pengorganisasian dan pengelolaan SDM paling penting dalam pengelolaan usaha. Karena manusia adalah mahluk social, artinya membutuhkan orang lain, maka agar dapat bekerja sama dan dapat mencapai tujuan dari usaha maka diperlukan organisasi.
 
Dalam Struktur Organisasi harus dapat menggambarkan hal hal berikut :
  1. Mendukung tercapainya tujuan atau operasional, struktur organisasi tersebut harus juga menggambarkan sistem dan mekanisme koordinasi, uraian pekerjaan, kelompok kerja, tim dan tugas khusus, termasuk tanggung jawab dan wewenang.
  2. Memberikan kejelasan tentang kejelasan karyawan apa yang diharapkan dari hasil kerjanya. Untuk itu diperlukan Prosedur, Intruksi Kerja, balas Jasa, Sanksi, dan sistem penilaian lainnya.
  3. Membantu proses pengambilan keputusan, Struktur organisasi dapat membimbing para pengambil keputusan untuk memperoleh informasi yang relevan, baik sumber, waktu dan keakuratan datanya.

Jika Dalam Struktur organisasi tidak dapat menggambarkan point-point di atas, maka tujuan-tujuan sesuai point diatas tidak akan tercapai secara maksimal, atau bahkan membuat usaha yang dibangun menjadi kacau. Karena manusia akan cenderung menjalankan sesuatu sesuai kehendaknya masing-masing.

Strategi Pemasaran

Ada beberapa strategi pemasaran yang bisa dilakukan pengusaha atau produsen, antara lain :
     1. Menembus pasar, hal ini bisa dilakukan jika masih banyak sasaran pembeli yang belum terjangkau oleh produk atau barang yang kita produksi. Dengan kata lain strategi ini adalah meningkatkan penjualan. Cara yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan promosi, menambah barang atau jasa, menambah lokasi dan staf penjualan, dll.
      2. Mengembangkan pasar, cara ini dilakukan jika pasar yang ada sekarang ini sudah jenuh atau sudah habis, dan kita perlu mencari sasaran pembeli baru dengan tetap menawarkan produk atau jasa yang ada. Cara yang dapat kita lakukan yaitu memperluas pasar yang tadinya sekitar Jakarta, menjadi Sekitar Jawa, atau merambah Sumatra, atau mulai merambah pasar ekspor.
      3. Pengembangan produk, cara ini kita lakukan jika pembeli yang ada mulai bosan atau pembeli membutuhkan produk/jasa lain dan kita pun harus merubah barang atau jasa yang akan kita tawarkan. Cara yang bisa kita lakukan, semula produk kita hanya bengkel motor, di kembangkan menjadi bengkel mobil, atau pencuciam  mobil, dll.
      4. Melakukan Diversifikasi, Strategi ini merupakan pengembangan produk yang masih berhubungan dengan produk lama dan ditawarkan pada pasar yang baru. Strategi ini efektif untuk memanfaatkan relung pasar atau kelompok pasar yang sebelumnya terabaikan.
     5. Menerapkan biaya murah, strategi ini didasarkan pada biaya input yang rendah sehingga akan menghasilkan produk atau jasa yang murah juga. Strategi ini dapat dilakukan antara lain :
a.       Produksi massal dengan memakai alat tepat guna.
b.      Distribusi  yang murah, menggunakan saluran distribusi yang pendek, dan sistem pembayaran yang fleksibel.
c.       Pemilihan lokasi yang tepat, penerapan disiplin kerja, menggunakan tenaga kerja yang professional, dll.
d.      Bahan baku atau input yang murah, bisa dilakukan dengan mencari alternative bahan baku, memangkas saluran distribusi, mencari supplier, melakukan negosiasi, dll.
      6. Memfokuskan pada pasar, Strategi ini dilakukan dengan cara memberikan pelayanan pada pelanggan khusus, dan pembelinya harus ditentukan dengan jelas, agar menjadi efektif dan efisien serta tidak menguras energi kita..
Contoh : Membuat ruang café khusus perokok, memberikan fasilitas due date yang lebih lama pada pelanggan dengan omset > 100 juta, dll.
7. Melakukan Diferensiasi, strategi ini berkonsentrasi pada pada produk atau jasa baru dan berbeda dengan yang lain. Strategi ini bisa diberlakukan jika produk atau jasa tidak sensitive terhadap harga. Beberapa strategi yang dapat dilakukan :
a.       Menciptakan citra atau branded terhadap barang atau jasa.
b.      Menggunakan teknologi baru  atau berbeda.
c.       Menampilkan produk atau jasa yang berbeda.
d.    Menggunakan jalur distribusi yang berbeda, dll

Rabu, 27 Januari 2010

Mau Anak Cerdas? Ajak Interaksi dengan Alam

Proses tumbuh kembang anak yang baik salah satunya diawali lewat interaksi dengan alam. Selain membuat proses belajar lebih menyenangkan, alam merupakan sarana belajar yang penuh alternatif. Hal ini akan memberi pengaruh positif terhadap kecerdasan emosional sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan.

"Karena keterbatasan lahan bermain, anak-anak di kota besar lebih suka main video games atau internet. Kecenderungannya anak menjadi individualis, kurang minat baca, dan kurang tahan menghadapi tekanan," kata Seto Mulyadi Psi Msi, psikolog dan pemerhati dunia anak.

Seto atau akrab dipanggil Kak Seto menambahkan, kecerdasan emosional (EQ) sangat penting dan perlu dikembangkan sejak anak usia dini karena hal ini yang mendasari ketrampilan seseorang di tengah masyarakat kelak.

"Percuma saja memiliki prestasi akademik cemerlang bila anak tak bisa mengelola emosinya, mudah marah, mudah putus asa, angkuh dan sombong," katanya.

Bila kecerdasan mental anak di asah, anak akan memiliki kemampuan untuk menghargai dirinya sendiri atau orang lain, mampu memahami perasaan terdalam orang-orang di sekelilingnya, serta mengikuti aturan-aturan yang berlaku.

Upaya untuk merangsang potensi kecerdasan anak perlu diupayakan secara optimal sejak dini dengan cara-cara yang penuh cinta dan kasih sayang. "Anak-anak usia dini pada umumnya adalah pembelajar sejati. Mereka sangat suka aktivitas belajar sejauh terkait dengan suasana belajar yang menyenangkan," kata Kak Seto.

Salah satu cara untuk merangsang minat belajar anak adalah dengan mengajak anak bermain dan belajar mengenal alam. Dr.Tan Shot Yen, M.Hum, seorang medical doctor dan praktisi energy healing mengatakan, pada usia dua hingga lima tahun, anak harus lebih banyak dikenalkan pada kegiatan bermain.

"Di usia balita ini, bagian otak yang banyak berkembang adalah bagian otak tengah. Karena itu anak harus dididik dalam suasana penuh kasih sayang. Diajari lebih dekat melihat alam, melihat hewan dan tumbuhan. Jangan jejali anak dengan pelajaran logika dan eksakta, termasuk bahasa asing," katanya.

Bermain di alam bebas dengan suasana yang menyenangkan akan merangsang potensi kecerdasan anak-anak, baik kecerdasan kognitif, kecerdasan emosional, maupun kecerdasan moral dan spiritualnya.

"Anak-anak yang diberi kesempatan untuk bermain akan tumbuh menjadi anak yang punya sikap toleransi dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya," tambah Dr.Tan, penulis buku Saya Pilih Sehat dan Sembuh ini.


Selasa, 29 Desember 2009

Ketidakadilan Dunia


Mengapa seseorang Yahudi diperbolehkan menyimpan janggut untuk mengamalkan kepercayaannya...




...tetapi bila seorang Muslim berbuat demikian, dia dianggap ekstrim dan Terorist?







Mengapa seseorang rahib boleh berkerudung keseluruhan tubuhnya karena memperhambakan diri kepada Tuhannya...



...tetapi bila seseorang Muslimah melakukan begitu, dia ditekan ?










Mengapa bila wanita barat menjadi ibu rumah tangga,
dia dihormati kerana dikatakan berkorban untuk keluarganya...





...tetapi bila wanita Islam berbuat begitu, mereka kata, " dia mesti dibebaskan! "



Mengapa anak - anak gadis yang sekuler dibiarkan berpakaian mengikut kesukaannya karena punyai hak dan kebebasan...
...tetapi bila seseorang wanita Muslim memakai hijab, dia tidak boleh menjejakkan kakinya ke sekolah?
Mengapa bila seseorang kanak-kanak meminati sesuatu bidang, dia dikatakan mempunyai bakat...




...tetapi bila seseorang kanak-kanak tertarik kepada Islam, dia dikatakan tak berguna?




Mengapa bila seseorang Kristian atau Yahudi membunuh, agamanya tidak dikaitkan
... tetapi baru saja seseorang Muslim didakwa melakukan pembunuhan, maka nama Islam turut diadili!
Mengapa bila seseorang berkorban diri untuk melihat orang lain hidup, dia amat disanjungi...
...tetapi bila seseorang warga Palestin melakukannya untuk menyelamatkan diri, keluarga, rumahtangga dan masjidnya, dia dikenali sebagai seorang pengacau?
Mengapa bila seseorang non muslim mengendarai mobil mewah dengan sedikit ugal-ugalan, terkadang tidak pernah dipertikaikan...
...tetapi bila seseorang Muslim melakukan kesalahan, maka orang berkata itu karena agamanya Islam!

Mengapa kita terlalu percaya kepada surat kabar...

...tetapi selalu persoalkan apa yang terkandung di dalam Al-Quranul Karim?

Kamis, 22 Oktober 2009

ETOS KERJA UMAT ISLAM MENURUT ALLAH SWT


Kita sudah tahu etos kerja bangsa Japan terkenal sangat produktif, waktunya sangat bermanfaat untuk kesejahteraan manusia,karya2nya untuk mengolah bahan2 baku sangat banyak. Kita bisa saksikan dalam masarakat hampir 90 % alat2 yang dipakai oleh orang2 kantor, rumah tangga, pertanian, rumah sakit, tranportasi, konstruksi dll adalah barang2 yang dibuat oleh industri Japan.Pada umumnya kehidupan orang2 Japan adalah produktif. . Sedangkan kalau kita pandangkan mata kita ke negara2 yang penduduknya terbanyak umat islam seperti; Saudi Arabia, negara2 Timur Tengah, Pakistan, negara2 islam bekas jajahan Rusia dan negara2 Islam di Asia,termasuk Indonesia pada umumnya masarakat islam adalah komsumtif……kurang produktif.

Apa bedanya masarakat produktif dan konsumtif. Jelas sekali bedanya bahwa masarakat produktif lebih aktif,lebih maju, lebih sejahtera, lebih sehat, lebih panjang umur,lebih aman kehidupan masarakatnya di bandingkan dengan masarakat konsumtif. . Kalau kita lihat pendapatan minimum masarakat produktif adalah antara 6-8 dollar perjam. Sedangkan masarakat konsumtif rata rata adalah antara 1-3 dollar perhari. Sangat jauh bedanya bukan? .

Umur rata rata orang Japan adalah 83 tahun untuk wanita, dan 80 tahun untuk laki2, umur rata rata yang tertinggi di dunia. Sedangkan umur rata rata masarakat konsumtif adalah kira2 antara 40-60 tahun(termasuk Indonesia. Sedangkan orang2 yang tinggal di hutan2 tanpa ilmu rata rata hidupnya adalah antara 30-40 tahun.(irian Jaya, hutan amazon dll) . Jadi kitadapat memahami bahwa orang2 yang berilmu memang di berikan oleh ALLAH derajat atau tingkat hidup yang lebih tinggi, mulia dibandingkan dengan orang2 yang kurang ilmunya. (QS.58:11). Kita sudah mengetahui pula apa TUJUAN dan TUGAS hidup manusia menurut ALLAH
swt.dalam artikel pertama. Dan sekarang kita ingin mengetahui pula cara bekerja, etos kerja menurut ALLAH yang tertulis dalam AL Quran. .

Coba anda perhatikan apakah etos kerja umat islam sekarang ini apakah mereka mengikuti cara kerja menurut ALLAH(Al Quran)? Kalau sekiranya benar, sudah tentu umat islam sudah menjadi masarakat yang maju bukan?, seperti Japan itu atau lebih baik dari Japan dan USA.? Ternyata tidak demikian, sudah tentu ada kesalahan2 dalam memahami ajaran2 islam oleh sebahagian besar ulama2 kita, baik dalam negeri maupun luar negeri .

Inilah peraturan2 ALLAH tentang etos kerja umat islam..
1.ALLAH memberikan janji kepada manusia yang beriman,”Siapa2 yang bekerja untuk
ALLAH dengan baik, rajin, kerja sungguh2 dan ikhlas,maka ALLAH akan memudahkan
jalannya untuk sukses. Inilah janji ALLAH;
.
“… Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar..(memudahkan jalannya untuk sukses)”Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS.65:2-3) . Bertaqwa artinya orang2 beriman yang mematuhi atau mengikuti semua peraturan2 ALLAH dengan baik, sempurna, khafah, tidak setengah setengah, ikhlas dan juga menjauhi semua larangan2 yang di beritahu oleh ALLAH maka ALLAH akan mencintainya dan mempercayainya untuk mengatur (memenagement) kekayaan ALLAH yang ada di bumi ini. Sebagai hadiah dari ALLAH kepada orang2 yang sungguh2 bekerja dijalan ALLAH dan telah bekerja keras dan jujur mengikuti perintah2 ALLAH maka ALLAH memberikan hadiah2atau rezeki yang banyak dari sumber2 yang tidak diketahui atau tidak disangka sangka. Artinya rezekinya datang dari bermacam macam cabang usaha atau bermacam macam fabrik yang telah di rintisnya untuk mengolah bahan2 baku menjadi barang2 yang bermanfaat.

2. Ciri2 orang yang rajin bekerja untuk ALLAH itu,bukanlah banyak berzikir dan berdoa berjam jam kepada ALLAH, tapi pandai menggunakan waktu sebaik baiknya, professional. Ada waktu untuk shalat, berdoa, dan ada waktu untuk bekerja. . Inilah pemberitahuan ALLAH di al Quran;
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi, dan carilah karunia (rezeki) Allah dan ingatlah Allah banyak banyak supaya kamu beruntung. (QS.62:10)(ingat ALLAH bukan diartikan berzikir tanpa bekerja, tapi adalah takutilah ALLAH,takuti perbutan2 yang dilarang oleh ALLAH swt.) . Umat islam tidak disuruh berlama lama berdoa di mesdjid atau di rumah, tapi disuruh untuk bekerja memakmurkan bumi ALLAHatau mensejahterkan keluarga atau masarakat. Dalam bekerja selalu ingat kepada peraturan2 ALLAH ,tidak boleh melanggar peraturan2 ALLAH. . Kalau terniat untuk melanggar perintah2 ALLAH maka akibatnya adalah rezekinya tidak berakah dan bisa kembali bangkrut atau merugi. . Inilah janji ALLAH berikutnya. Bahwa ALLAH akan mejamin kemenangan, dan
kesuksesan kepada orang beriman dan bertaqwa sebagai berikut dibawah ini; .
“Hai orang orang beriman! Rukuklah kamu sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan,supaya kamu mendapat kemenangan.atau kesuksesan. .”(QS.22:77) Maka apabila kamu telah selesai (dari satu pekerjaan), kerjakanlah dengan sungguh sungguh pekerjaan lain. (QS.94;7).

Inilah etos kerja umat islam yang sesungguhnya. Umat islam tidak boleh cepat merasa puas, ALLAH memerintahkan kalau kamu sudah selesai satu pekerjaan,maka
erjakan lagi yang lain..Tidak boleh berhenti dan bersantai santai,karena waktu dari ALLAH sangat terbatas, 24 jam perhari. Sebahagian digunakan untuk tidur, sedangkan pekerjaan masih banyak yang harus dilakukan. Hasil kerja hari ini harus lebih banyak dari padahasil kerja yang kemaren. Jadi ALLAH mengingatkan kepada pekerja2 agar pekerja2 haruslah dapat meningkatkan produktifitas setiap hari. Dengan demikian umat islam, umat ALLAH bisa menjadi umat yang sukses, umat yang menang, menjadi umat rahmatan lil’alamin bagi semua masarakat baik islam maupun non islam. . Kemudian ALLAH memberitahukan dan menjanjikan bahwa jika dalam satu negeri banyak orang2 yang beriman dan bertaqwa atau banyak orang2 yang rajin bekerja, banyak ilmu bermacam macam disiplin ilmu, dan mengikuti peraturan2 ALLAH dengan baik lagi sempurna serta ikhlas, maka negeri itu akan menjadi negeri yang makmur. ALLAH akan memberikan rezeki yang banyak dari langit dan dari dalam bumi. Negeri itu akan menjadi negeri yang dirahmati ALLAH, menjadi Rahmatan Lil’Alamin, menjadi negeri idaman setiap manusia di muka bumi ini.

Inilah janji ALLAH itu. “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendus-takan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka di-sebabkan perbuatan mereka sendiriQS.7: 96). Bagi siapa siapa yang melanggar dan tidak mengikuti peraturan2 ALLAHdengan sempurna, mendustakan ayat2 ALLAH atau mengikuti sebahagian sebahagian ayat2 ALLAH saja yang disenanginya, maka ALLAH akan menyiksanya. . Di dunia akan mendapat hidup yang susah, seperti orang2 yang tinggal di hutan2 atau seperti orang2 miskin, kelaparan yang tinggal di kota kota. Di akhirat mereka akan mendapat tempat neraka pula. . (Kecuali orang2 yang tinggal di hutan,karena mereka belum menerima buku2 petunjuk dari ALLAH, mereka tidak diberi sangsi atau hukuman. Hukuman ALLAH baru bisa di laksanakan kepada orang yang sudah tahu peraturan2 ALLAH,terutama ulama2, dai2 dan khotip2.(Islamic scholars) . Rasulullah saw adalah seorang pedagang atau seorang businessman yangsukses,berprestasi, sorang yang kaya raya. Termasuk istrinya Khadijjah.. Rasulullah saw dijuluki oleh orang2 seorang AL Amin, yaitu orang yang jujur dan amanah dalam berbusiness. Istri beliau juga seorang pedagang yang terkenal dan sukses pula. Dia seorang yang terkaya pula pada zamannya. . Kedua dua beliau suami istri adalah orang2 yang berwiraswasta, bukan seorang pegawai. . Rasulullah saw dari kecil sudah di bimbing oleh ALLAH untuk menjadi contoh bagi umat islam,bagaimana mencari nafkah atau begaimana berkerja untuk ALLAH dalam memakmurkan keluarga,masarakat. . Inilah sunnah Rasulullah saw yang dilupakan oleh kebanyakan ulama2 sekarang ini. .
Kecuali Aa Gym(DT) dan Abuya Ashari (Arqam) yang telah sukses mengembangkan
business memberikan lapangan kerja kepada pemuda2. Artinya Aa Gym telah
mentaati perintah ALLAH untuk memakmurkan masarakat.Indah bukan. Bagaimana
kalau dalam satu negeri ada 10.000 ulama2 seperti Aa Gym,sudah tentu ALLAH akan
memakmurkan negeri ini.Seperti ALLAh katakan dalam ayat diatas tadi.
.
Inilah hadits atau nasehat2 Rasulullah saw sebagai berikut;

1.Carilah oleh mu Rezeki dengan menggali yang tersembunyi di dalam bumi.HR
Thabrani.
2.Amanat itu mendatangkan rezeki,sedangkan khianat itu mendatangkan kemiskinan. HR Dailami. (Jadi orang2 miskin itu adalah kalau bukan kurang ilmu,maka dia adalah seorang yang kianat/ingkar kepada ALLAH atau manusia)
3.Bergeraklah kamu mencari rezeki dan berusahalah mencari rezeki hidup maka sesungguhnya berpagi pagi mencari itu adalah berkat dan keberuntungan.
4.Sesungguhnya pedagang2 yang jujur danbenar akan berada di bawah naungan Arsy ALLAH pada hari kiamat.HR Dailami.
5.Bahwa 90% dari pengasilan beliau(Muhammad saw) datang dari hasil perdagangan,10% yang datang dari hasil perternakan.HR Dailami.
6.Bekerja keraslah kamu untuk duniamu seolah olah kamu akan hidup selama lamanya, bekerja keraslah untuk akhirat kamu seolaholah kamu mati esok hari. HR Baihaqi.
7.Sebaik baik warisan manusia sesudah mati ada 3 macam.HR Muslim.
a).Anak yang saleh, yang baik, yang selalu mendoakan orang tuanya. Selama anak itu mendoakan orang tuanya selama itu pula orang tua yang meninggal mendapat pahala di kubur.
b).Meninggalkan ilmu yang bermanfaat.Artinya seorang yang berilmu dan meningalkan buku2 yang berilmu sebelum meninggal dunia, maka selama ilmu2 itu bermanfaat untuk masarakat selama itu pula orang yang meninggal dunia,mendapat pahala di kubur.
c) Meninggalkan warisan2 untuk anak2 dan masarakat. Artinya selama warisan2 seperti Mesdjid, sekolah2, rumah sakit, fabrik2 ,gedung2 dll selama warisan2 itu bermanfaat untuk masarakat,selama itu pula orang yang meninggal dunia mendapat pahala di kubur.
Kesimpulan:
Jadi jelas dari penjelasan ayat2 ALLAH diatas tadi bahwa orang2 yang beriman dan bertaqwa dengan mengikuti etos kerja menurut ALLAH maka dia akan menjadi orang2 sukses dalam memakmurkan, mensejahterakan keluarga,masarakat, dan dia sendiri diberi oleh ALLAH hadiah atau rezeki yang banyak. Dia akan meninggalkan warisan2 yang banyak untuk keluarga dan masarakat setelah meningal dunia.
Jadi orang2 beriman dan bertaqwa adalah orang2 yang kaya raya(kaya ilmu dan harta) yang diberkahi oleh ALLAH swt. Kekayaan2 yang diberikan oleh ALLAH ini digunakannya sebanyak mungkin untuk kemaslahatan masarakat. Dia merasa bertanggung jawab untuk membatu masarakat miskin, mereka merasa bahwa kekayaan nya itu bukanlah milik pribadinya,tapi adalah titipan, kepercayaan, amanah dari ALLAH swt.untuk di distribusikan kepada manusia yang belum mendapat ilmu.(miskin)
Ulama2,Da’i2, kotip2 dan Islamic scolars yang tahu agama,tahu akan peraturan2 ALLAH,tapi masih hidup miskin, berarti ulama2 itu belum sempurna menghayati peraturan2 ALLAH,masih mengingkari / lalai mentaati sebahagian peraturan2 ALLAH.

Etos kerjanya masih rendah,atau salah kaprah memahami ajaran2 islam.Ulama2 ini kurang mendapat kepercayaan dari ALLAH untuk mengatur kekayaan ALLAH, artinya iman dan taqwa nya belum sempurna. Sebab ALLAH memberitahukan diatas bahwa orang2 yang beriman dan bertaqwa ALLAH akan menurunkan kekayaan ALLAH dari langit dan dan bumi.Ini adalah komitment dari ALLAH swt.
Semoga penjelasan yang singkat ini dapat menggugah hati2 pemuda2 islam yang ingin melihat umat Islam makmur dan berjaya kembali dalam segala aspek penghidupan. Semoga masarakat islam menjadi masarakat Rahmatan lil’alamin untuk manusia semuanya.
Kalau benar itu datang dari ALLAH mohon di taati dengan baik,kalau salah itu datang dari saya karena kelamahan saya, mohon dikoreksi dan mohon maaf. Jadi ajaran2 islam itu adalah indah sekali, ajaran2 yang membawa umat islam dan
non islam kepada kemajuan2 dalam segala aspek penghidupan. Itulah ajaran ALLAH yang benar.

Sebaliknya ajaran2 yang mengatasnamakan islam yang tidak membawa umat sejahtera dan damai,maka pemahaman ajaran islam itu adalah salah kaprah perlu kita perbaiki. Marilah kita berjuang menuju masarakat yang bermanfaat didunia berarti di
akhirat.Berzikir, pikir dan ikhtiar Keep your hands busy with works; keep your mouth busy with remembrance of Allah
and leave inheritance as much as possible. Love your neighbor as you love
yourself.

Hadist; Kamu belum beriman kepada Allah, kalau kamu belum mencintai tetangga
kamu(baik islam maupun non islam)

Kesehatan Reproduksi Wanita Dalam Islam

Islam sebagai ad-Dien merupakan pedoman hidup yang mengatur dan membimbing manusia yang berakal untuk kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. Sisi-sisi kehidupan manusia sekecil apapun telah menjadi perhatian Islam, termasuk dalam hal ini yang berkaitan dengan kesehatan. Ia merupakan nikmat dari Allah yang luar biasa nilainya, karena itu ia merupakan amanah yang menjadi kewajiban bagi setiap pribadi untuk menjaganya dengan memelihara kesehatan secara sungguh-sungguh.

Dalam situs pks-anz.org disebutkan Kesehatan adalah sesuatu yang sangat vital sekali bagi kehidupan manusia, disamping kebutuhan sandang, pangan dan papan, karena kesehatan merupakan sarana dalam mencapai kehidupan yang bahagia. Kebutuhan hidup yang tersedia tidak akan berguna dan menjadi hambar apabila tidak diiringi dengan kesehatan badan. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas :

Perhatikanlah lima perkara ini sebelum datang lima perkara : 1. Hidupmu sebelum datang ajalmu; 2. Jagalah kesehatanmu sebelum datang sakitmu; 3. Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatanmu sebelum datang kesibukanmu; 4. Manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu; 5. Manfaatkan kekayaanmu sebelum datang masa fakirmu.” (HR. Ahmad dan Baihaqi).

Disamping itu setiap muslim yang sakit di perintahkan pula untuk berobat kepada ahlinya dan perbuatan tersebut juga bernilai ibadah sebagaimana yang pernah di sabdakan oleh Nabi saw. “Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit, kecuali telah diturunkan pula obatnya, selain penyakit yang satu, yaitu penyakit tua (pikun).” HR.Ahmad, Ibnu Hibban,Hakim.

Islam mengajarkan prinsip-prinsip kesehatan, kebersihan dan kesucian lahir dan batin. Antara kesehatan jasmani dengan kesehatan rohani merupakan kesatuan system yang terpadu, sebab kesehatan jasmani dan rohani menjadi syarat bagi tercapainya suatu kehidupan yang sejahtera di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Sistem kesehatan dalam Islam tercermin dalam ajaran syariat yang mewajibkan perbuatan membersihkan diri dari kotoran (najis), dari hadats dan dari kotoran hati semua itu berada dalam satu paket ibadah seperti wudhu’, mandi, shalat dan lain sebagainya.

Kita sudah mengenal bahwa pangkal dari kesehatan adalah kebersihan, bahkan melalui ajaran-ajaran Rasulullah kita dituntun untuk senantiasa memperhatikan masalah kebersihan. Kaedah ushuliyah mengatakan : Kesehatan jasmani didahulukan dari pada kesempurnaan agama sementara kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Jadi iman merupakan pokok ajaran untuk berbuat secara sehat, Islam misalnya menunjukkan kebersihan dan kesucian dalam lima bagian, kebersihan dan kesucian rumah dan perkarangan, badan, pakaian, makanan serta kebersihan dan kesucian ruh dan hati.

Kesehatan baik jasmani atau rohani merupakan nikmat dan rahmat Allah yang setinggi-tingginya, harta benda dan jabatan tidak ada gunanya apabila jasmani dan rohani sakit. Jasmani dan rohani yang sehat merupakan pangkal kebahagiaan dan kesenangan.

Secara lebih khusus, perhatian Islam terhadap masalah kesehatan reproduksi wanita sedemikian besar, ini tercermin dalam hal :

Pelarangan berduaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, Rasulullah saw bersabda : Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita di tempat yang sepi kecuali jika ada mahrom. Pelarangan ini merupan tindakan preventif agar tidak terjadinya perzinahan (hubungan seksual di luar pernikahan) yang merupakan perbuatan terlarang. Sebab dampak yang ditimbulkan dari perzinahan adalah dapat menyebabkan kehamilan yang tidak dikehendaki (unwanted pregnancy) yang ujungnya adalah aborsi sedangkan aborsi itu sendiri dapat menimbulkan berbagai penyakit, di antaranya kemandulan atau timbulnya berbagai macam penyakit kelamin salah satunya adalah AIDS. Yang banyak dirugikan adalah kaum wanita itu sendiri.

Pelarangan ini menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap kesehatan reproduksi wanita, agar setiap orang menjaganya dengan baik sehingga seorang wanita dapat menjalankan fungsi reproduksinya secara sehat dan bertanggung jawab.

Menganjurkan pernikahan sebagai bentuk perlindungan agar reproduksi menjadi sehat dan bertanggung jawab.

Tidak berhubungan ketika istri sedang haid (QS.2:222).Memberikan hak pada wanita untuk mendapatkan perlakuan yang baik dari semua pihak misalnya hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan pada saat hamil dan menyusui. Dalam saat seperti ini suami berkewajiban menjaga istrinya yang sedang hamil atau menyusui agar selalu dalam keadaan sehat, baik secara fisik maupun mental. Bahkan Allah swt dalam al-Quran menegaskan kondisi wanita yang hamil dalam keadaan lemah (Qs. Lukman : 13 dan al-Ahqof : 15). Oleh karena perhatian yang sangat besar terhadap kondisi tersebut, maka wanita hamil dan menyusui tidak diwajibkan untuk beribadah puasa.

Memberikan hak pada wanita untuk mengatur kelahiran. Islam memberikan petunjuk kepada wanita agar reproduksi dilakukan dengan mengatur jarak kelahiran. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan seperti meninggal ketika melahirkan karena lemah fisik atau badan tidak sehat. Dan juga untuk memenuhi kebutuhan bayi terhadap ASI, karena ASI itu sendiri sangat besar manfaatnya bagi kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi. Isyarat tersebut ada di dalam Qs. Al-Baqoroh : 233 : Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama dua tahun penuh yaitu yang bagi ingin menyempurnakan penyusuan. Dalam Qs. Al-Ahqof : 15 : Mengandungnya sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan. Artinya jarak kelahiran bisa terjadi kurang lebih 3 tahun.

Demikianlah perhatian Islam secara langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan reproduksi wanita

Kamis, 20 Agustus 2009

Membangun Kebersamaan

Saudaraku, semoga kita terus menerus bersemangat untuk memiliki kearifan. Karena sangat banyak orang menjadi tua karena bertambah usia tapi tidak semakin dewasa. Kita tidak akan bisa menahan laju pertambahan umur kita, karena umur adalah milik Allah. Yang harus kita lakukan adalah menahan akhlaq kita agar jangan sampai turun ke derajat yang lebih rendah, tapi justru kita harus menggantinya dengan kualitas pribadi yang semakin mulia.

Lalu bagaimana caranya untuk membangun kebersamaan dengan orang lain itu? berikut ini akan kita kupas suatu langkah yang kita namakan dengan konsep 5 (lima) M;


M yang pertama adalah Mengenal Orang Lain.

Kita harus berupaya untuk mengenal orang lain lebih jauh dan lebih dalam dan hal-hal yang proporsional bisa kita kenali. Karena ada pepatah “Tak kenal maka tak sayang.” Oleh karena itu semakin kita mengenal, Insya Allah akan tumbuh kasih sayang di hati kita. Tapi sebalikanya jika kita tidak mengenal, maka akan sulit menumbuhkan perasaan tersebut. Padahal dengan menyayangi orang lain maka akan mendorong kita berbuat lebih baik. Bukankah orang tua yang sayang kepada anaknya akan memberikan pengorbanan yang lebih banyak dibandingkan pengorbanan kepada orang yang tidak mereka sayangi? Oleh karena itu Mengenal orang lain Ini merupakan langkah awal agar kita bisa menikmati kebersamaan dengan orang lain.

M yang kedua adalah Memahami.

Kenapa harus memahami? karena kita akan sulit sekali untuk dipahami orang lain sebelum kita memahami duduk perkara. Kita harus pandai memahami latar belakang seseorang, karena semakin kita memahami maka Insya Allah akan memiliki ketenangan dan kesabaran dalam menyikapi perbuatan orang lain. Seperti memahami karakter bayi yang menangis misalnya. Tentunya, kita tidak akan terpancing untuk bertindak emosional kepada mereka jika kita paham bahwa memang menangis itu adalah karakter bayi. Satu hal yang perlu kita catat; “Keuntungan jika kita lebih memahami dengan baik maka manfaatnya adalah kita pun akan mudah dipahami”.

M yang ketiga adalah Memaklumi.

Apa bedanya memahami dengan memaklumi? memahami itu adalah proses aktif yang lebih ringan, tetapi memaklumi itu adalah sudah menjadi sebuah proses yang lebih tinggi lagi dimana orang tersebut bertindak belum sesuai dengan harapan kita. Kita harus memaklumi bahwa setiap orang tentu ingin lebih baik, ingin mulia dan bahagia. Tapi tidak semua orang mendapatkan jalannya dengan mudah. Oleh karena semuanya membutuhkan proses untuk lebih baik. Kita harus memaklumi jikalau orang jatuh bangun untuk menjadi lebih baik. Dengan Memaklumi Insya Allah akan membuat kita jauh lebih ringan dalam menyikapi hal-hal yang mengecewakan dari orang lain.

M yang keempat adalah Mengalah Untuk Kebaikan.

Saudaraku, kita harus memiliki kepandaian untuk mengalah kepada saudara kita sepanjang mengalah itu akan menjadi lebih baik. Pahamilah dengan mengalah bukan berarti kalah, dengan mengalah bukan berarti lemah bahkan sebaliknya. Mengalah untuk kebaikan bersama adalah sebuah kemenangan atas keserakahan diri, kemenangan atas egois, ketamakan. karena biasanya kita cenderung ingin mendahulukan milik kita.

Lalu M yang kelima atau yang terakhir adalah Memaafkan.

Kadang-kadang sering terjadi ada orang yang sudah mengalah tetapi tetap belum bisa berterima kasih. Jika mengahdapi orang seperti itu alangkah lebih baik jika kita memberikan maaf. Insya Allah dengan semakin banyak kita memaafkan orang lain maka akan ringan hidup ini. Tetapi sebaliknya jika kita semakin banyak kecewa, dongkol atau dendam kesumat kepada orang lain maka akan semakin berat menghadapi hidup ini. Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang pemaaf sepanjang pribadinya, tetapi Nabi Muhammad akan tegas terhadap soal agama dan hak Allah. Oleh karena itu kita jangan sampai terpancing menggunakan waktu dan pikiran kita hanya karena semata-mata mengganggap membela harga diri, padahal sebetulnya saat itu tidak akan jatuh harga diri kita. Jangan sampai terbakar emosi kita karena perkara-perkara sederhana yang sebetulnya dengan memaafkan akan membuat urusan menjadi lebih ringan.

Sauadaraku, Belajar mengenal dengan seksama, memahami, memaklumi, mengalah untuk kebaikan dan memaafkan orang lain ini adalah suatu langkah yang Insya Allah akan membuat kebersamaan bagi kita sehingga mudah-mudahan akan menjadi kebaikan. Dan mohon dicatat sikap mengalah atau memaafkan itu bukan tindakan pasif yang akan membuat kita menjadi semakin tersisih tidak berdaya. tapi ini adalah sebuah upaya untuk kebaikan. Wallahu’alam.

Senin, 10 Agustus 2009

10 Langkah Bersiap Menyambut Ramadhan


Datangnya Ramadhan bagi orang Mukmin adalah laksana ‘kekasih’ yang sangat ia rindukan; dengan sukacita ia akan menyiapkan segala sesuatu.


Bulan Sya’ban sebentar lagi kita akhiri. Kini, bulan Ramadhan segera datang menghampiri. Terkait dengan ketiga bulan mulia ini, Rasulullah saw. secara khusus memanjatkan doa ke haribaan Allah SWT:

«اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَ حَصِّلْ مَقَاصِدَنَا»

Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan pada bulan Sya’ban ini; sampaikanlah diri kami pada bulan Ramadhan; dan tunaikanlah keinginan-keinginan kami (HR Ahmad).

Ibarat samudera,

Ramadhan menyimpan sejuta mutiara kemuliaan, memendam perbendaharaan segala keagungan dan di dalamnya bersemayam aneka kebesaran. Ramadhan juga merupakan cakrawala curahan karunia Allah SWT karena semua aktivitas hamba yang beriman pada bulan ini dinilai sebagai ibadah. Kecil yang dilakukan tetapi besar pahalanya di sisi Allah. Ringan yang dikerjakan namun berat timbangan di hadapan Allah. Apalagi jika amal yang besar dan berat, tentu akan mampu melesatkan hamba ke derajat kemuliaan dan meraih kenikmatan surga-Nya.

Datangnya Ramadhan bagi orang Mukmin adalah laksana ‘kekasih’ yang sangat ia rindukan; dengan sukacita ia akan menyiapkan segala sesuatu yang dapat mengantarkan perjumpaan menjadi penuh makna, berkesan dalam dan senantiasa melahirkan harapan-harapan mulia.

Sebagai seorang Muslim yang cerdas, kita perlu strategi juga dalam beramal. Dengan tujuan agar mendapatkan nilai ibadah dan ilmu yang maksimal di bulan Ramadhan. Disini akan diungkap 10 langkah dalam menyambutnya.

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan. Bisa jadi diantara kita mendapat peran dalam dakwah misalkan :
- Buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
- Membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Semoga kita bisa menjadikan Ramadhan kedepan sebagai yang terbaik selama hidup. InsyaAllah :)

di sadur dari FB my friend : Sasucke Mie